Kamis, 10 April 2008

IMPLEMENTASI TEKNOLOGI DALAM PENDIDIKAN

Peranan dunia pendidikan sangat penting sekali dalam usaha meningkatkan sumber daya manusia dalam menyongsong era teknologi imformasi, era komunikasi informasi dan era kompuetrisasi yang dewasa ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mengalami kemajuan yang sangat pesat terutama dalam perkembangan teknologi informasi (IT). Pemerintahan Indonesia merespon positif kemajuan teknologi informasi yang berkembang saat ini dengan berbagai kebijakan, yang salah satu kebijakannya yaitu dengan menetapkan pelajaran komputer yang semula hanya bersifat muatan lokal, menjadi pelajaran utama untuk tingkat SLTP dan SLTA. Kebijakan pemerintah tersebut tertuang dalam Kurikulum 2004 atau Kurikulum Berbasis Kompetensi.
SMP Negeri 1 Gunungputri yang merupakan salah satu lembaga pendidikan formal berusaha seoptimal mingkin untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dalam menyelenggarakan pendidikan, termasuk di dalam pengelolaan laboratorium komputer yang merupakan tempat berpraktik siswa dalam mengikuti pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Praktikum ini merupakan factor penting dalam melatih keterampilan (psikomotorik) siswa, dalam menerapkan dan mengintegrasikan pengetahuan yang telah dipelajari sebelumnya di dalam kelas.
Dalam praktikum banyak sekali factor yang mempengaruhi keberhasilannya, tidak saja berasal dari factor eksternal seperti sarana yang memadai, guru yang kompteten atau administrasi yang lengkap, tapi juga factor internal dari dalam siswa itu sendiri seperti bakat, kemauan, kecerdasan (IQ) dan yang lebih penting lagi motivasi. Semua hal tadi mempunyai peranan yang sangat besar dalam menentukan berhasil atau tidaknya sebuah proses belajar mengajar. Motivasi dalam hubungannya dengan belajar didasari oleh prinsip, bahwa belajar hanya terjadi dalam diri manusia yang bermotivasi, dan motivasi yan paling mendasar bagi seorang siswa adalah keinginan untuk masuk dalam situasi belajar
[1].
Menurut Depdikbud
[2], motivasi adalah dorongan yang timbul dari dalam diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Dorongan tersebut timbul akibat adanya kebutuhan yang harus dipenuhi oleh diri sesorang untuk mencapai tujuannya. Tinggi rendahnya dorongan tersebut tergantung dari kuat atau lemahnya kebutuhan yang timbul.
Motivasi berprestasi dalam praktikum merupakan salah satu motor penggerak utama yang menyebabkan timbulnya keinginan dan kemauan untuk berusaha mencapai standar tertentu yang lebih baik dalam praktikum, dengan kata lain motivasi berprestasi merupakan faktor berhasil atau tidaknya suatu praktikum. Motivasi berprestasi siswa pada hakikatnya dipengaruhi oleh dua faktor, motivasi instrinstik yaitu motivasi yang berasal dari dalam diri siswa itu sendiri dan ekstrinstik yaitu motivasi yang berasal dari luar diri siswa. Bagi siswa yang menyadari akan pentinganya penguasaan pengoperasian komputer dan program-programnya untuk aktualisasi diri dalam kehidupan dan pekerjaannya nanti akan berbeda dengan siswa yang mengikuti praktikum hanya sekedar untuk mendapatkan nilai atau ijazah saja. Bagi siswa yang menganggap praktikum komputer sudah merupakan suatu kebutuhan akan mempunyai motivasi berprestasi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan siswa yang menganggap praktikum sebagai suatu kewajiban.
Salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi motivasi berprestasi siswa di laboraorium adalah unsur laboratorium itu sendiri, seperti : kenyamanan dalam ruang praktikum, jumlah komputer yang digunakan, sarana penunjang pembelajaran yang memadai, kesiapan guru praktikum, dan para pengelola laboratorium mulai dari kepala laboratorium hingga petugas kebersihan.
Praktikum yang bermutu dapat diwujudkan jika laboratorium dikelola oleh pengelola dan pelaksana teknis laboratorium yang professional, artinya memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk menghasilkan keputusan sendiri dalam bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya serta berdedikasi tinggi bertanggung jawab dalam rangka mencapai tujuan bersama. Untuk itu setiap pengelola laboratorium harus mengetahui dan memahami tentang struktur organisasi dan job description ( deskripsi jabatan atau deskripsi pekerjaan)
Struktur organisasi adalah suatu system formal yang mengatur hubungan kerja dan tanggung jawab serta membagi dan mengkordinasikan tugas dan fungsi setiap SDM di laboratorium agar tercapai tujuan.
[1]
[2]

Tidak ada komentar: