Minggu, 18 Mei 2008

IMPLEMENTASI INTERNET DALAM PEMBELAJARAN


A. Teknologi Internet
1. Pengertian Internet

Pengertian internet menurut Williams dalam Siahaan[1] dapat dirumuskan sebagai “a large collection of computers in networks that are tied together so that many users can share their vast resources”. Berdasarkan pengertian tersebut tampaklah bahwa pengertian internet tidak hanya terbatas pada aspek perangkat keras (infrastruktur) berupa seperangkat komputer yang saling berhubungan satu sama lain dan memiliki kemampuan untuk mengirimkan data, baik berupa teks, pesan, grafis, maupun suara. Dengan kemampuan yang demikian ini, maka dapat dikatakan bahwa internet merupakan suatu jaringan komputer yang saling terkoneksi dengan jaringan komputer lainnya ke seluruh penjuru dunia. Lebih jauh menurut Prebian[2] menyatakan bahwa:
Internet singkatan dari Interconnection Networking bisa diartikan sebagai global network of computer networks atau jaringan komputer dalam skala global/mendunia. Jaringan komputer ini berskala internasional yang dapat membuat masing-masing komputer saling berkomunikasi. Network ini membentuk jaringan inter-koneksi (inter­connected network) yang terhubung melalui protokol TCP/IP. Dikembangkan dan diuji coba pertama kali pada tahun 1969 oleh US Departemen of Defense dalam proyek ARPAnet. ARPAnet adalah merupakan singkatari dan Advanced Research Projects Agency Network. Jaringan yang menjadi cikat bakal terbentuknya internet.
Pengertian senada diungkapaka pula oleh Ramadhan[3], dalam bukunya yang mengatakan bawa internet merupakan singkatan dari Interconnected Network. Internet merupakan sebuah sistem komuniasi yang mampu menghubungkan jaringan-jaringan komputer yang ada di seluruh dunia. Berbagai jenis komputer dengan spesifikasi yang berbeda-beda dan berbagai tipe jaringan dapat saling berkomunikasi, bertukar data dan informasi melalui internet dengan menggunakan seperangkat aturan yang baku yang disebut protocol TCP/IP.
TCP/IP ini gunanya adalah untuk membedakan setiap komputer atau jaringan yang terhubung ke internet. Alamat IP merupakan kombinasi angka-angka yang menunjukkan identitas sebuah komputer atau jaringan di internet. Contoh alamat IP, misalnya: 202.155.2.111, 202. 155.2.99, 202.155.1.250. Selain menggunakan alamat IP, beberapa komputer atau jaringan dapat juga memiliki identitas berupa nama yang mudah diingat. Nama tersebut disebut sebagai nama domain. Contohnya: www.yahoo.com, www.unpak.ac.id, www.odsnaga.net, dan lain lain.
Pengertian di atas seiring dengan pendapat Ali Akbar[4], menurut beliau internet berasal dari kata Interconnection Networking yang secara bahasa bermakna ‘jaringan yang saling berhubungan’, disebut demikian karena internet merupakan jaringan komputer-komputer di seluruh dunia yang saling berhubungan dengan bantuan jalur telekomunikasi. Pengertian ini lebih menitik beratkan pada maslah peragkat kerasnya (hardware) yaitu berupa adanya jaringan yang menghubungkan komputer di seluruh dunia.
Pengertian yang dirangkum dari sebuah situs[5] membeberkan pengertian internet sebagai berikut, istilah internet berasal dari bahasa Latin yaitu ‘inter’, yang berarti “antara”, dan ‘net’ kependekan dari kata network yang berarti jaringan. Secara kata per kata internet berarti jaringan antara atau penghubung. Memang itulah fungsinya, internet menghubungkan berbagai jaringan yang tidak saling bergantung pada satu sama lain sedemikian rupa, sehingga mereka dapat berkomunikasi. Sistem apa yang digunakan pada masing-masing jaringan tidak menjadi masalah, apakah sistem DOS atau UNIX. Sementara jaringan lokal biasanya terdiri atas komputer sejenis (misalnya DOS atau UNIX), internet mengatasi perbedaan berbagai sistem operasi dengan menggunakan “bahasa” yang sama oleh semua jaringan dalam pengiriman data. Pada dasarnya inilah yang menyebabkan besarnya dimensi internet. Dengan demikian, definisi internet ialah “jaringannya jaringan”, dengan menciptakan kemungkinan komunikasi antar jaringan di seluruh dunia tanpa bergantung kepada jenis komputer dan sistem operasinya.
Sedangkan menurut Fairus N.H.[6] internet diartikan sebagai kumpulan komputer yang saling berhubunan dalam bentuk jaringan. Jaringan internet dapat terbentuk dengan menggunakan saluran telephon, televisi kabel atau dengan wireless. Komputer yang terhubung dengan jaringan internet (host) dapat berada di mana saja di berbagai tempat terpisah yang tersebar di seluruh dunia.
Menurut Sulistyo[7] secara harfiah, internet (kependekan dari perkataan 'inter-network') ialah rangkaian komputer yang berhubungan menerusi beberapa rangkaian. Manakala Internet (huruf 'I' besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubungan secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet (dengan hurup besar diawal). Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinamakan internetworking.
Berdasarkan definisi-definisi internet tersebut si atas dapat disimpulkan bahwa internet sebenarnya mengacu kepada istilah untuk menyebut sebuah jaringan, bukannya suatu aplikasi tertentu, karenanya internet tidaklah memiliki manfaat apapun tanpa adanya aplikasi yang sesuai. Internet menyediakan beragam aplikasi yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Jaringan yang membentuk internet bekerja berdasarkan suatu set protokol standar yang digunakan untuk menghubungkan jaringan komputer dan mengalamati lalu-lintas dalam jaringan. Protokol ini mengatur format data yang diizinkan, penanganan kesalahan (eror handling), lalu lintas pesan, dan standar komunikasi lainnya. Protokol standar pada internet dikenal sebagai TCP/IP (Tranmission Control Protocol/Internet Protocol). Protokol ini mempunyai kemampuan untuk bekerja di atas segala jenis komputer, tanpa terpengaruh oleh perbedaan perangkat keras maupun sistem operasi yang digunakan. Hubungan antara komputer dengan komputer atau komputer dengan jaringan atau jaringan dengan jaringa tidak terlepas dari kemajuan media komunikasi telepon kabel, wireles ataupun satelit.
Sebuah sistem komputer yang terhubung secara langsung ke jaringan baik itu LAN, MAN, WAN ataupun internet memiliki nama domain dan alamat IP (Internet Protocol) dalam bentuk numerik dengan format tertentu yang unik sebagai pengenal internet juga memiliki gateway ke jaringan dari layanan yang berbasis protokol lainnya sepeti IP, TCP, UDP, DNS, PPP, SLIP, ICMP, POP3, IMAP, SMTP, HTTP, HTTPS, SSH, Telnet, FTP, LDAP, dan SSL.
Tabel 1. Pengelompokan dalam Pengalamatan TCP/ID dengan Format 32 bit
Kelas
A
B
C
D
E
Jaringan
5.0.0.0
167.205.0.0
192.168.2.0
224.0.0.9
241.23.5.2
Netmask
255.0.0.0
255.255.0.0
255.255.255.0


Broadcast
5.255.255.255
167.205.255.255
192.168.2.255
224.0.0.9


2. Koneksi ke Internet
Internet adalah sebuah jaringan komputer yang sangat besar yang bisa dimanfaatkan oleh siapa dan kapan saja tanpa terikat oleh aturan pembayaran dan verifikasi. Dengan ikut bergabung ke dalamnya berbagai layanan dan fasilitas yang ada di internet dapat dimanfaatkan. Agar dapat melakukan segala aktivitas melalui internet maka komputer client harus terhubung atau terkoneksi dengan internet. Ada banyak cara yang dapat digunakan untuk bisa bergabung dengan internet, beberapa di antaranya adalah: menggunakan gelombang radio, menggunakan saluran TV kabel, menggunakan saluran telepon atau melalui telepon genggam (handphone).
Koneksi dengan menggunakan media apapun tidak terlepas dari sebuah alat bantu berupa sebuah modem. Menurut Ginting dkk.[8] Modem merupakan singkatan dari modulator demodulator, yaitu perangkat keras tambahan untuk komputer yang berfungsi sebagai sarana berkomunkasi antara satu komputer dengan internet melalui saluran telekomunikasi. Prinsip kerja modem yaitu pada saat komputer meminta berhubungan dengan internet melalui saluran komunikasi maka modem akan mengubah sinyal digital komputer menjadi sinyal analog telepon sehingga bisa dikirimkan melalui saluran telepon. Demikian juga pada saat komputer menerima sinyal analog dari saluran telepon agar komputer bisa membacanya modem mengubah sinyal analog tersebut menjadi sinyal digital sehingga komputer dapat menampilkan informasi yang diterima.
Sedangkan menurut Mahfud dan Gunawan[9] yang dimaksud dengan modem adalah hardware untuk menghubungkan komputer ke internet melalui line telepon atau alat yang memungkinkan komputer untuk berhubungan dengan komputer lain melalui kabel telepon. Modulasi dapat diartikan sebagai proses alat perubahan denyut elektronis dari komputer menjadi suara atau audio sehingga dapat dikirim melalui lain telepon. Modem sebagai menerima akan mengubah suara tadi menjadi denyut elektronis kembali untuk diproses selanjutnya oleh komputer yang disebut demodulasi.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa untuk dapat mengkoneksikan komputer ke internet mutlak dibutuhkan sebuah hardware tambahan berupa modem. Pada saat komputer mengirim sinyal ke internet melalui saluran telepon maka modem itu sendiri berfungsi sebagai alat untuk mengubah sinal digiatal/elektronis menjadi sinyal analog, dan sebaliknya ketika komputer menerima sinyal dari internet melalui saluran telepon maka modem akan mengubah sinyal analog menjadi digital.
Untuk dapat terkoneksi dengan internet selain dengan menggunakan saluran telepon kabel juga dapat dilakukan dengan menggunakan gelombang radio pada frekwensi tertentu (wirelles), saluran TV kabel dan telepon genggam. Proses kerjanya pada saat sebuah komputer terkoneksi ke internet yaitu modem akan menghubungi internet service provider (ISP) dengan menggunakan nomor telepon yang dipakai.
3. Fasilitas yang Terdapat dalam Internet
Banyak fasilitas yang dapat dimanfaatkan dari internet. Data dan informasi tentang berbagai hal dengan sangat mudah dan melimpah dapat diperoleh dari internet. Melalui internet dapat mengetahui berbagai peristiwa yang terjadi di berbagai penjuru dunia. Dengan bantuan teknologi pendukung internet, tidak saja hanya dapat berkomunikasi lewat chatting, tetapi lebih dari itu dengan internet bisa dilakukan telekomprance, debat terbuka ataupun diskusi langsung. Dengan perkembangan yang pesat dalam teknologi internet dan komunikasi pada saat ini internet sudah merambah ke berbagai bidang dan segi kehidupan.
Semula informasi yang bisa diperoleh dari internet hanya informasi yang berbasis teks dalam format HTML (Hypertext Markup Languag), tapi dengan dikembangkannya layanan World Wide Web (WWW) yang mencakup layanan berbasis tampilan grafis (dalam format GIF, JPG, PNG), suara (dalam format AU, WAV), dan objek multimedia lainnya (seperti MIDI, Shockwave, Quicktime Movie, 3D World). Dengan dikembangankannya layanan tersebut oleh CERN pada tahun 1990, maka layanan internet semakin beragam dan berkualitas.
Fasilitas yang paling umum dimanfaatkan oleh para pengguna internet di antaranya: browsing, searching, e-mail, SMS, chatting, download, upload, menyimpan data, mendengarkan radio, web blog, forum online, belanja online, internet banking, iklan.

a. Electronic Mail (E-mail) dan Mailing List (Milis)
Electronic mail (E-mail) menurut Fairus[10] merupakan salah satu fasilitas atau aplikasi yang paling banyak digunakan di internet, karena e-mail merupakan alat komunkasi yang paling murah, cepat, tepat dan akurat. Dalam e-mail kerahaiaan isi surat dijamin sepenuhnya tidak akan bocor karena disensor. Hal ini karena setiap para pengguna (usser ID) diharuskan menggunakan password (kata sandi) ketika akan membuka e-mail masing-masing.
Para pengguna email memilki sebuah mailbox (kotak surat) elektronik yang tersimpan dalam suatu mailserver. Suatu mailbox memiliki sebuah alamat sebagai pengenal agar dapat berhubungan dengan mailbox lainnya, baik dalam bentuk penerimaan maupun pengiriman pesan. Pesan yang diterima akan ditampung dalam mailbox, selanjutnya pemilik mailbox sewaktu-waktu dapat mengecek isinya, menjawab surat, menghapus, atau menyunting dan mengirimkan pesan email.
Layanan email biasanya dikelompokkan dalam dua basis, yaitu email berbasis client dan email berbasis web. Bagi pengguna email berbasis client, aktifitas per-email-an dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak email client, misalnya Eudora atau Outlook Express. Perangkat lunak ini menyediakan fungsi-fungsi penyuntingan dan pembacaan email secara offline (tidak tersambung ke internet), dengan demikian, biaya koneksi ke internet dapat dihemat. Koneksi hanya diperlukan untuk melakukan pengiriman (send) atau menerima (recieve) email dan mailbox.
Sebaliknya, bagi pengguna email berbasis web, seluruh kegiatan per-­email-an harus dilakukan melalui suatu situs web. Dengan demikian, untuk menggunakannya haruslah dalam keadean onilne. Alamat email dari ISP (Internet Service Provider) umumnya berbasis client, sedangkan email berbasis web biasanya disediakan oleh penyelenggara layanan email gratis seperti Hotmail (http://www.hotmail.com/), YanooMail (www.yahoo.com), gmail (http://www.mail.google.com/) dan plasamail (http://www.plasa.com/)

Beberapa pengguna email dapat membentuk kelompok tersendiri yang diwakili oleh sebuah alamat email. Setiap email yang ditujukan ke alamat email kelompok akan secara otomatis diteruskan ke alamat email seluruh anggotanya. Kelompok semacam ini disebut sebagai milis (mailing list). Sebuah milis didirikan atas dasar kesamaan minat atau kepentingan dan biasanya dimanfaatkan untuk keperluan diskusi atau pertukaran informasi di antara para anggotanya. Saat ini, salah satu server milis yang cukup banyak digunakan adalah Yahoo groups (www. yahoo.groups.com).

Pada mulanya sistem email hanya dapat digunakan untuk mengirim informasi dalam bentuk teks standar (dikenal sebagai ASCII, American Standard Code for Information Interchange). Saat itu sukar untuk mengirimkan data yang berupa berkas non-teks (dikenal sebagai file binary). Cara yang umum dilakukan kala itu adalah dengan menggunakan program uuencode untuk mengubah berkas binary tersebut menjadi berkas ASCII, kemudian baru dikirimkan melalui e-mail. Di tempat tujuan, proses sebaliknya dilakukan. Berkas ASCII tersebut diubah kembali ke berkas binary dengan menggunakan program uudecode. Cara ini terlalu kompleks (tidak terintegrasi dengan sistem email).

Belakangan dikembangkan standar baru yang disebut MIME (Multipurpose Internet Mail Extentions). Standar ini diciptakan untuk mempermudah pengiriman berkas dengan mealui ettachment. MIME juga memungkinkan sebuah pesan dikirimkan dalam berbagai variasi jenis huruf, warna, maupun elemen grafis. Walaupun nampak menarik, penggunaan MIME akan membengkakkan ukuran pesan email yang dikirimkan. Hal ini jelas akan memperlambat waktu yang dibutuhkan untuk mengirim maupun menerima pesan. Dalam hal ini ada anjuran agar sedapat mungkin menggunakan format teks standar dalam penyuntingan email. Gunakan MIME hanya untuk pesan-pesan tertentu yang memang membutuhkan tampilan yang lebih kompleks.

Kesimpulan dari uaraian di atas dapat dikatakan bahwa e-mail adalah fasilitas di internet dalam hal surat-menyurat yang hanya bisa dilakukan lewat alat elektronika seperti komputer dan handphone. E-mail banyak digunakan karena memberikan beberpa kelebihan jika dibandingkan dengan surat biasa (konvensional). Dari hanya sekedar surat-menyurat e-mail berkembang menjadi sebuah komunitas virtual yang disebut Mailing List. Dengan persyaratan hanya memiliki sebuah alamat e-mail maka setiap orang boleh bergabung dalam komunitas tersebut, kemudian para anggota bisa melakukan diskusi tidak langsung, atau bertanya tentang suatu hal. Pertanyaan atau komentar cukup dialamatkan ke milis saja, milis-lah yang akan menyebarkan pertanyaan atau komentar tadi ke seluruh anggota.

Pembuatan komunitas (group) mailing list pada umumnya bersifat layanan gratis yang disediakan oleh web service seperti Yahoo, Google, MSN, dan lain-lain.

b. Transfer File (File Transfer Protocol/FTP)
Menurut Suhada[11] pengertian File Transfer Protokol (FTP) adalah client/server prototkol yang digunakan untuk transfer file atau data. Dengan menggunakan FTP proses transfer file atau data baik dari komputer lokal ke server (upload) maupun dari server ke komputer lokal (download). File transfer dapat berupa Amercan Standard Code of Information Interchange (ASCII) yaitu untuk mentransfer data atau file-file documen seperti text file dan binary yaitu untuk mentransfer tipe file image, excecutable, dan lain-lain.

Penegrtian File Transfer Protokol (FTP) menurut Ramadhan[12] adalah protokol yang serba guna untuk melakukan transfer file dari sebuah komputer ke komputer lainnya. FTP dapat dimanfaatkan untuk meletakan sebuah atau beberapa file ke komputer lain yang disebut FTP Server (upload) atau sebaliknya yaitu digunakan untuk mengambil file dari FTP Server yang di simpan/dimasukan ke komputer lokal.

Pengertian lain yang diungkapkan oleh Utomo[13] tentang File Transfer Protokol (FTP) adalah merupakan salah satu protokol yang mempermudah melakukan proses upload dan download file melalui internet. Dengan memanfaatkan FTP proses mengambil dan meletakan file akan lebih mudah, efektif dan efesien.

Berdasarkan uraian dan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa File Transfer Protokol (FTP) merupakan fasilitas yang memungkinkan para pengguna internet untuk melakukan pengiriman (upload) atau menyalin (download) sebuah file antara komputer lokal dengan komputer lain yang terhubung dalam jaringan internet.

ClientFTP umumnya dimanfaatkan sebagai sarana pendukung untuk kepentingan pertukaran maupun penyebarluasan sebuah file melalui jaringan internet. FTP juga dimanfaatkan untuk melakukan proses upload suatu halaman web ke webseirver agar dapat diakses oleh pengguna internet lainnya. Secara teknis, aplikasi FTP disebut sebagai FTP client, dan yang populer digunakan saat ini antara lain adalah Cute FTP dan WS_FTP. Aplikasi-aplikasi ini umumnya dimanfaatkan untuk transaksi FTP yang bersifat dua arah (active FTP). Modus ini memungkinkan pengguna untuk melakukan baik proses upload maupun proses download. Tidak semua server FTP dapat diakses dalam modus active. Untuk mencegah penyalahgunaan yang dapat berakibat fatal bagi sebuah server FTP, maka pengguna FTP untuk modus active harus memiliki hak akses untuk mengirimkan file ke sebuah server FTP. Hak akses tersebut berupa sebuah login name dan password sebagai kunci untuk memasuki sebuah sistem FTP server. Untuk modus passive, selama memang tidak ada restriksi dari pengelola server, umumnya dapat dilakukan oleh semua pengguna dengan modus anonymous login (log in secara anonim). Kegiatan men-download software dari Internet misalnya, juga dapat digolongkan sebagai passive FTP.

1) Download
Download menurut Nana Suarna[14] diartikan sebagai kegiatan mengambil data-data atau mengkopi software dari jaringan internet ke PC (harddisk) lokal. Proses download yaitu ditransfernya file-file tersebut melalui jaringan media telepon ke dalam komputer lokal. Download akan lebih baik jika dilakukan dengan menggunakan FTP yaitu fasilitas yang disediakan internet untuk mengambil file, baik itu berupa data dan informasi, gambar, audio (seperti musik), video ataupun program-program software yang dipindahkan ke dalam (harddisk) komputer lokal.

Pengertian download menurut Ramadhan[15] yaitu bahwa yang dimaksud dengan download adalah proses pengambilan file dari komputer lain melalui internet ke komputer kita. Untuk mempercepat proses download dibutuhkan sebuah program aflikasi khusus untuk menangani kegiatan download ini. Program aplikasi tersebut seprti misalnya Download Acccelerator Plus (DAP), Getright, Flashget dan lain-lain.

Berdasarkan uraian di atas sdapat ditarik kesumulan bahwa yang dimaksud download adalah proses mengambil atau mengkopi data atau file dari komputer server yang dipindahkan ke komputer lokal. Untuk mempercepat proses pengambilan atau pemindahan data tersebut diperlukan sebuah program aplikasi yang sesuai.

2) Upload
Upload merupakan kebalikan dari download. Menurut Ramadhan[16] “Upload adalah pross meletakan file dari komputer kita ke komputer lain melalui internet”. Data atau file yang diletakan ke komputer lain bisa berupa teks atau gambar baik dengan menggunakan program aplikasi khusus maupun tidak.

Pengertian upload menurut Utomo[17] adalah proses memasukan file ke dalam server di internet. Untuk melalukan upload ini biasa menggunkan program aplikasi yang sudah didesain dengan baik maupun hanya melalui kontrol panel sederhana yang disediakan oleh server itu sendiri.

Kesimpulan dari penjelasan-penjelasan di atas bahwa yang dimaksud dengan upload adalah proses memindahkan data atau file dari komputer lokal/client ke komputer server dengan bantuan sebuah program aflikasi khusus seperti File Zila, WS_FTP, Cute FTP, Leap FTP, Secure FX dan Cristal FTP. Upload dalam proses pembuatan sebuah website yaitu pemindahan file dan data dari komputer client ke server hosting berbayar, dalam prosesnya diperlukan sebuah program aplikasi tadi.

c. Browser
Browser menurut Prihatna[18] adalah sebuah program yang digunakan untuk menampilkan halaman web. Browser berkomunikasi dengan web server melalui protokol HTTP yang membaca dan menterjemahkan bahasa HTML dan data gambar untuk ditampilkan secara visual sehingga informasi yang ada di internet dapat dilihat, dibaca atau didengarkan.
Seiring dengan pengertian browser di atas Fairus[19] mengartikan browser adalah suatu program atau perangkat lunak yang berfungsi untuk menghubungkan komputer dengan internet. Browser sering disebut juga web browser yang berguna dalam mengakses layanan internet world wide web (www).

Web dapat diakses oleh perangkat lunak web client yang secara populer disebut sebagai browser. Browser membaca halaman-halaman web yang tersimpan dalam webserver melalui protokol yang disebut HTTP (Hypertext Transfer Protocol). Dewasa ini, tersedia beragam perangkat lunak browser. Beberapa di antaranya cukup populer dan digunakan secara meluas, contohnya seperti: Microsoft Internet Explorer, Netscape Navigator, Opera, Mozilla Firefox, Fine Browser, NCSA Mosaic,Avant Browser, Maxthon, Gazy Browser, Fast Browser, Safari pada Mac Os dan Linx pada Unix dan Linux.

Sebagai dokumen hypertext, dokumen-dokumen di web dapat memiliki link (sambungan) dengan dokumen lain, baik yang tersimpan dalam webserver yang sama maupun di webserver lainnya. Link memudahkan para pengakses web berpindah dari satu halaman ke halaman lainnya, dan “berkelana” dari satu server ke server lain. Kegiatan penelusuran halaman web ini biasa diistilahkan sebagai browsing, ada juga yang menyebutnya sebagai surfing (berselancar).
Dari uraian di atas disimpulkan bahwa browser merupak sebuah software (program aplikasi) yang berfungsi menjembatani antara komputer lokal (client) dengan internet (server) sehingga halaman web yang ada di internet dapat dilihat, dibaca serta didengarkan. Dari sekian banyak program aplikasi browser yang ada yang paling populer adalah Internet Expoler (IE). Penyebabnya karena IE sudah menjadi satu paket dalam program OS Windows. Dari kata ‘browser’ muncul istilah baru yaitu ‘browsing’ yang diartikan sebagai kegiatan membuka-buka situs dengan menggunakan salah satu program aflikasi browser di atas. Melalui browser inilah semua situs dengan mudah bisa disinggahi atau dijelajah.

d. Searching dengan Search Engine
Searching menurut Ramadhan[20] dapat dikatakan sebagai kegiatan seseorang (netter) mencari data atau informasi tertentu yang dibutuhkan di internet. Secara harfiah ‘searching’ berasal dari kata dasar ‘search’ yang artinya mencari. Mencari sesuatu akan lebih mudah jika dibantu dengan menggunakan alat yang cocok. Mencari jarum di tumpukan jerami akan sulit berhasil ditemukan jika tidak menggunakan magnet yang kuat. Begitu pula dalam searching, dengan bantuan sebuah sebuah software yaitu Search Engine.

Search Engine menurut Sofana[21] dapat diibaratkan seprti Yellow Page atau buku daftar telepon. Search engine menampung dan mencatat/merekam semua nama domain berikut halaman index dari semua nama domain di muka bumi yang telah terdaftar pada search enggine tersebut. Hingga saat ini, jumlah halaman web yang bisa diakses melalui internet telah mencapai angka milyaran. Untuk memudahkan penelusuran halaman web, terutama untuk menemukan halaman yang memuat topik-topik yang spesifik, maka para pengakses web dapat menggunakan suatu search engine (mesin pencari). Penelusuran oleh search engine dilakukan berdasarkan kata kunci (keyword) yang diterimanya, kemudian akan dicocokkan oleh search engine tersebut dengan database (basis data) miliknya.

Dewasa ini, search engine yang sering digunakan antara lain adalah Google (www.google.com) dan Yahoo (http://www.yahoo.com/). Search engine yang lainnya seperti altavista (http://www.altavista.com/), http://www.citeseer.com/, www.serch indonesia.com, http://www.incari.com/, http://www.matamata.com/, dan lain-lain.
Gambar 2. Contoh Search Engine Situs Google


B. Proses Pembelajaran
1. Pengertian Belajar

Pembelajaran berasal dari kata dasar ‘belajar’. Untuk lebih memahami pengertian dari pada pembelajaran, sebelumnya akan disinggung terlebih dahulu pengertian dari pada belajar. Besarnya pengaruh berbagai aliran psikologi dalam pendidikan, agak sulit untuk mendefenisikan pengertian belajar yang hakiki. Definisi belajar menurut Wittrock dalam Good & Brophy dalam Yufiarti[22], adalah sebuah proses perolehan perubahan yang relatif permanen dalam pemahaman, perilaku, pengetahuan, informai, kemampuan dan keterampilan melalui pengalaman. Pendapat tersebut didukung oleh Kimble, Hergenhahn dan Olson yang dipengaruhi alairan behaviorisme.
Pandangan tentang belajar yang berbeda dengan tiga tokoh di atas yaitu pandangan belajar yang dikemukakan oleh Piaget dalam Semiawan dalam Yufiarti[23], menurutnya belajar adalah adaftasi holistik dan bermakna yang bersumber dari dalam diri seseorang terhadap situasi baru, sehingga mengalami perubahan yang relatif permanen. Pengertian belajar di atas beraliran kognitif namun lebih dikenal dengan sebutan teori belajar konstruktivisme.
Pengertian-pengertian belajar di atas memang mempunyai perbedaan-perbedaan yang menunjukkan cara pandang seseorang terhapap belajar, namun di samping perbedaan tersebut jelas ada persamaan yang hakiki yaitu bahwa dalam setiap proses belajar melalui cara, model dan bentuk apapun yang pasti akan menghasilkan perubahan. Jadi inti dari belajar yaitu menghasilkan adanya perubahan tingkah laku yang relatif permanen.
2. Pengertian Pembelajaran
Pembelajaran menurut Brown dalam Ekasari[24] adalah proses mecari pengetahuan dari suatu subject atau kemampuan dengan belajar, pengalaman atau perintah. “learning is an acquiring or getting of knowledge of a subject or a skill by study, experiences, or instruction”. Hal ini menyebabkan pembelajaran berada dalam lingkup pendidikan sebagai contohnya di sekolah, yang diharapkan terjadi perubahan dan bertambahnya pengetahuan setelah proses pembelajaran.
Tarphy dalam Purwanto[25] menyatakan bahwa “learning represents a process by which an orgqnism behavior is change”. Meskipun semua perubahan tidak hanya dihasilkan dari pembelajaran. Di samping itu, pembelajaran adalah perkembangan dari sebuah asosiasi sebagai hasil pengalaman. “ learning is defined as the development of a new association as a result of experience”
Terdapat berbagai teori dan model yang diketengahkan mengenai pembelajaran, di antaranya Atan Long[26] memberi definisi pembelajaran ialah perubahan tingkahlaku yang merupakan hasil daripada pengalaman. Pengalaman seseorang adalah hasil daripada pengolahan pemikiran ke atas rangsangan-rangsangan yang diterima melalui pancainderanya.
Gaya belajar seseorang itu dapat dikaitkan dengan teori-teori pembelajaran seperti konstraktif, behaviorisme, teori perkembangan Piaget, Neurasains, pembelajaran berasaskan otak kiri dan otak kanan, teknik berfikir, praktis komuniti, pembelajaran berasaskan masalah, gaya pembelajaran, teori Kolb, taksonomi Bloom. Teori-teori pembelajaran ini memperlihatkan bahawa pembelajaran adalah bersifat kognitif, afektif dan tingkah laku psikologi yang relatif stabil sebagai petunjuk bagaimana pelajar melihat, berinteraksi dan merespon kepada suasana pembelajaran.
Berdasarkan pengertian-pengertian dari pembelajaran di atas, dapat disimpulkan bahwa pengertian pembelajaran terdiri dari tiga konsep, yaitu perubahan, tingkah laku, dan pengalaman. Dan pengertian pembelajaran adalah perubahan yang bersifat spesifik dalam diri seseorang. Pembelajaran adalah perubahan tingkah laku. Perubahan tingkah laku melalui pembelajaran yaitu perubahan yang lebih maju, lebih tinggi dan lebih baik daripada tingkah laku yang semula sebelum aktiviti pembelajaran berlangsung.
Keberhasilan sebuah proses pembelajaran tidak terlepas dari factor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran itu sendiri, yaitu sepereti: persepsi dan penanggapan, daya ingat sesorang, kesediaan pembelajaran, pemindahan pembelajaran, gaya kognitif, kemahiran berfikir, dan kecerdasan.

3. Teknologi Pembelajaran

Teknologi Pembelajaran tumbuh dari praktek pendidikan dan gerakan komunikasi audio visual. Teknologi Pembelajaran semula dilihat sebagai teknologi peralatan, yang berkaitan dengan penggunaan peralatan, media dan sarana untuk mencapai tujuan pendidikan atau dengan kata lain mengajar dengan alat bantu audio-visual. Teknologi Pembelajaran merupakan gabungan dari tiga aliran yang saling berkepentingan, yaitu media dalam pendidikan, psikologi pembelajaran dan pendekatan sistem dalam pendidikan.

Pengalaman Langsung
Pengalaman Buatan
Demonstrasi
Dramatisasi
Pameran
Gambar Hidup
Radio, Rekaman, Gambar Mati
Lambang Verbal
Lambang Visual
KaryawisataAdalah Edgar Dale dan James Finn merupakan dua tokoh yang berjasa dalam pengembangan Teknologi Pembelajaran modern. Edgar Dale dalam Nurhayati[27] mengemukakan tentang Kerucut Pengalaman (Cone of Experience) sebagaimana tampak dalam gambar berikut ini:





Gambar 3. Kerucut Pengalaman Dale
Dari gambar tersebut dapat kita lihat rentangan tingkat pengalaman dari yang bersifat langsung hingga ke pengalaman melalui simbol-simbol komunikasi, yang merentang dari yang bersifat kongkrit ke abstrak, dan tentunya memberikan implikasi tertentu terhadap pemilihan metode dan bahan pembelajaran, khususnya dalam pengembangan Teknologi Pembelajaran yang akan diterapkan.
Dari uaraian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek dalam desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, serta evaluasi tentang proses dan sumber untuk belajar. Jadi teknologi pembelajaran dewasa ini bukan hanya menyangkut sarana pendukung atau media pembelajaran berupa fisik semata, melainkan di dalamnya meliputi beberapa aspek seperti; psikologi pembelajaran, pendekatan sistem, model pembelajaran, desain, evaluasi dan media pembelajaran itu sendiri. Kerucut Pengalaman (Cone of Experience) ini merupakan upaya awal untuk memberikan alasan atau dasar tentang keterkaitan antara teori belajar dengan komunikasi audiovisual.
Berdasarkan uraian di atas maka dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) yang pada umumnya selama ini hanya sebatas menggunkan lambang verbal dan visual serta cenderung masih bergantung pada guru (teacher centered) dan terpusat pada buku paket (textbook centered), dengan menjadikan internet sebagai sumber pembelajaran di dalamnya, diharapkan akan memberikan hasil yang lebih optimal.
4. Pembelajaran Elektronik (E-learning)
a) Pengertian Pembelajaran Elektronik (E-learning)
Pembelajaran elekironik. atau e-Learning telah dimulai pada tahun 1970-an. Berbagai istilah digunakan untuk mengemukakan pendapat/gagasan tentang pembelajaran elektronik, antara lain adalah: on-line learning, internet-enabled learning, virtual learning, atau web-based learning. Dalam kaitan ini, yang diperlukan adalah kejelasan tentang kegiatan belajar yang bagaimanakah yang dapat dikatakan sebagai e-Learning? Apakah seseorang yang menggunakan komputer dalam kegiatan belajamya dan melakukan akses berbagai informasi (materi pembelajaran) dari Internet, dapat dikatakan telah melakukan e-Learning?
Ada 3 (tiga) hal penting sebagai persyaratan kegiatan belajar elektronik (E-learning), yaitu: (a) kegiatan pembelajaran dilakukan melalui pemanfaatan jaringan (jaringan” dalam uraian ini dibatasi pada penggunaan internet. Jaringan dapat saja mencakup LAN, MAN atau WAN). (Website e­-Learners.com), (b) tersedianya dukungan layanan belajar yang dapat dimanfaatkan oleh peserta belajar, misalnya CD-ROM, atau bahan cetak, dan (c) tersedianya dukungan Iayanan tutor yang dapat membantu peserta belajar apabila mengalami kesulitan.
Di samping ketiga persyaratan tersebut di atas masih dapat ditambahkan persyaratan lainnya, seperti adanya: (a) lembaga yang menyelenggarakan/mengelola kegiatan E-learning, (b) sikap positif dari peserta didik dan tenaga kependidikan terhadap teknologi komputer dan internet, (c.) rancangan sistem pembelajaran yang dapat dipelajari/diketahui oleh setiap peserta belajar, (d) sistem evaluasi terhadap kemajuan atau perkembangan belajar peserta belajar, dan (e) mekanisme umpan baik yang dikembangkan oleh lembaga penyelenggara.
Dengan demikian, secara sederhana dapatlah dikatakan bahwa pembelajaran elektronik (E-learning) merupakan kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan jaringan (Internet, LAN, MAN, WAN) sebagai metode penyampaian, interaksi, dan fasilitasi serta didukung oleh berbagai bentuk layanan belajar lainnya. Dalam uraian lebih lanjut, istilah “E-learning”, “online learning” atau “pembelajaran elektronik” akan digunakan secara bergantian namun tetap dengan pengertian yang sama seperti yang telah dikemukakan.
Sedangkan menurut Dong, dalam Kamarga[28], Electronic Learning (E-learning) adalah kegiatan belajar asynchronous melalui perangkat elektronik komputer yang tersambungkan ke internet dimana peserta belajar berupaya memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan kebutuhannya.
Lebih jauh Kamarga[29] menjelaskan bahwa: E-learning merupakan penyampaian informasi, komunikasi, pendidikan, pelatihan secara online; E-Learning menyediakan seperangkat alat yang dapat memperkaya nilai belajar secara konvensional (model belajar konvensional, kajian terhadap buku teks, CD-ROM, dan pelatihan berbasis komputer) sehingga dapat menjawab tantangan perkembangan globalisasi; E-learning tidak berarti menggantikan model belajar konvensional di dalam kelas, tetapi memperkuat model belajar tersebut melalui pengayaan konten dan pengembangan teknologi pendidikan.
Berdasarkan pendapat tersebut, menunjukan bahwa E-learning adalah menggunakan teknologi internet sebagai sumber informasi, sehingga siswa akan dengan mudah mendapatkan informasi untuk mendukung mata pelajaran yang sedang dipelajarinya, dengan cara mengakses situs-situs yang diinginkan.
Kegiatan E-learning lebih bersifat demokiatis dibandingkan dengan kegiatan belajar pada pendiikan konvensional. Mengapa? Sebab peserta didik memiliki kebebasan dan tidak merasa khawatir atau ragu-ragu maupun takut, baik untuk mengajukan pertanyaan maupun menyampaikan pendapat/ tanggapan karena tidak ada peserta belajar lainnya yang secara fisik langsung mengamati dan kemungkinan akan memberikan komentar, meremehkan atau mencemoohkan pertanyaan maupun pernyataannya
b) Fungsi Pembelajaran Elektronik (E-learning)
Kecenderungan untuk mengembangkan E-learning sebagai salah satu alternatif pembelajaran di berbagai lembaga pendidikan dan pelatihan semakin meningkat sejalan dengan perkembangan di bidang teknologi komunikasi dan informasi. Infrastruktur di bidang telekomunikasi yang menunjang penyelenggaraan E-learning tidak lagi hanya menjadi monopoli kota-kota besar, tetapi secara bertahap sudah mulai dapat dinikmati oleh mereka yang berada di kota-kota di tingkat kabupaten bahkan kecamatan. Artinya, masyarakat yang berada di kabupaten dan kecamatan telah dapat menggunakan internet, karena dewasa ini perusahaan telekomunikasi yang juga penyedia jasa internet telah merambah ke berbagai pelosok.
Peningkatan infrastruktur di bidang telekomunikasi, baik ketersediaannya dan cakupannya maupun kualitasnya, lembaga-lembaga pendidikan dan pelatihan, terutama lembaga pendidikan tinggi, tampak terus melengkapi dirinya dengan berbagai fasilitas yang memungkinkan para “civitas academica”-nya memanfaatkan infrastruktur telekomunikasi yang tersedia untuk menunjang peningkatan kualitas pembelajaran dan pemberian layananan kepada siswa/mahasiswa. Berbagai fasilitas yang dimaksud antara lain adalab berupa pengadaan perangkat komputer (lab komputer), koneksi ke internet (internet connectivity), pengembangan website, pengembangan Local Area Network (LAN), dan pengembangan intranet.
Pemanfaatan teknologi telekomunikasi untuk kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi di Indonesia semakin kondusif dengan diterbitkannya Surat Keputusan Menteri Departemen Pendidikan Nasional (SK Mendiknas) tahun 2001 yang mendorong perguruan tinggi konvensional untuk menyelenggarakan pendidikan jarak jauh (dual mode). Dengan iklim yang kondusif ini, beberapa perguruan tinggi dan sekolah-sekolah tertentu telah melakukan berbagai persiapan, seperti penugasan para dosen/guru untuk (a) mengikuti pelatihan tentang pengembangan bahan belajar elektronik, (b) mengidentifikasi berbagai platform pembelajaran elektronik yang tersedia, dan (c) melakukan ekspenmen tentang penggunaan platform pembelajaran elektronik tertentu untuk menyajikan materi perkuliahan.
Kegiatan pembelajaran elektronik membuat siswa dapat berkomunikasi dengan gurunya kapan saja, yaitu melalui e-mail. Demikian juga sebaliknya sifat komunikasinya bisa tertutup antara satu siswa dengan guru atau bahkan bersama-sama melalui papan buletin. Komunikasinya juga masih bisa dipilih, mau secara serentak atau tidak. Metalui E-learning, para siswa dimungkinkan untuk tetap dapat belajar sekalipun tidak hadir secara fisik di dalam kelas. Kegiatan belajar menjadi sangat fleksibel karena dapat disesualkan dengan ketersediaan waktu para siswa/mahasiswa. Kegiatan pembelajaran terjadi melalui interaksi siswa dengan sumber belajar yang tersedia dan dapat diakses dari internet.
Menurut Siahaan[30], setidaknya ada 3 (tiga) fungsi pembelajaran elektronik terhadap kegiatan pembelajaran di dalam kelas (classroom instruction), yaitu sebagai suplemen yang sifatnya pilihan/opsional, pelengkap (komplemen), atau pengganti (substitusi)
1) Suplemen (Tambahan)
Dikatakan berfungsi sebagai suplemen (tambahan), apabila peserta didik mempunyai kebebasan memilih, apakah akan memanfaatkan materi pembelajaran elektronik atau tidak. Dalam hal ini, tidak ada kewajiban/keharusan bagi peserta didik untuk mengakses materi pembelajaran elektronik. Sekalipun sifatnya opsional, peserta didik yang memanfaatkannya tentu akan memiliki tambahan pengetahuan atau wawasan.
2) Komplemen (Pelengkap)
Dikatakan berfungsi sebagai komolemen (pelengkap) apabila materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk melengkapi materi pambelajaran yang diterima siswa di dalam kelas. Sebagai komplemen berarti materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk menjadi materi reinforcement (pengayaan) atau remedial bagi peserta didik di dalam mengikuti kegiatan pembelajaran konvensional.
Materi pembelajaran elektronik dikatakan sebagai enrichment, apabila kepada peserta didik yang dapat dengan cepat menguasai/memahami materi pelajaran yang disampaikan guru secara tatap muka (fast learners) diberikan kesempatan untuk mengakses materi pembelajaran elektronik yang memang secara khusus dikembangkan untuk mereka. Tujuannya agar semakin memantapkan tingkat penguasaan peserta didik terhadap materi pelajaran yang disajikan guru di dalam kelas.
Dikatakan sebagai program remedial, apabila kepada peserta didik yang mengalami kesulitan memahami materi pelajaran yang disajikan guru secara tatap muka di kelas (slow learners) diberikan kesempatan untuk memanfaatkan materi pembelajaran elektronik yang memang secara khusus dirancang untuk mereka. Tujuannya agar peserta didik semakin lebih mudah memahami materi pelajaran yang disajikan guru di kelas.
3) Substitusi (Pengganti)
Beberapa perguruan tinggi di negara-negara maju memberikan beberapa altematif model kegiatan pembelajaran/perkuliahan kepada para mahasiswanya. Tujuannya agar para mahasiswa dapat secara fleksibel mengelola kegiatan perkuliahannya sesuai dengan waktu dan aktivitas lain sehari-hari mahasiswa. Ada 3 alternatif model kegiatan pembelajaran yang dapat dipilih peserta didik, yaitu: (1) sepenuhnya secara tatap muka (konvensional), (2) sebagian secara tatap muka dan sebagian lagi melalui internet, atau bahkan (3) sepenuhnya melalui internet.
Alternatif model pembelajaran manapun yang akan dipilih peserta didik tidak menjadi masalah dalam penilaian. Karena ketiga model penyajian materi pembelajaran mendapatkan pengakuan atau penilaian yang sama. Jika peserta didik dapat menyelesaikan program pembelajarannya dan lulus melalui cara konvensional atau sepenuhnya melalui internet, atau bahkan melalui perpaduan kedua model ini, maka institusi penyelenggara pendidikan akan memberkan pengakuan yang sama. Keadaan yang sangat fleksibel ini dinilai sangat membantu peserta didik untuk mempercepat penyelesaian studinya.
Referensi:
[1] Sudirman Siahaan. Penelitian Penjajagan tenteng Kemungkinan Pemanfaatan Internet untuk Pembelajaran di SLTA di Wilayah Jakarta dan Sekitarnya, volume 39, 2001, http://www.depdiknas.go.id/jurnal/39/editorial.htm
[2] Jack Prebian. Menggunakan Internet, Dilengkapi Situs yang Menarik untuk Dikunjungi (Bandung: Informatika, 2003), p.3.
[3] Arief Ramadhan. Seri Pelajaran Komputer Internet dan Aplikasinya (Jakarta: PT. Elex Media Komputindo, 2006), p.1.
[4] Ali Akbar. Menguasai Internet Plus Pembuatan Web (Bandung: M25 Bandung, 2005), pp.. 10-11.
[5] Anom. INTERNET: Pengertian, Sejarah, dan Fasilitas-Fasilitasnya (www.library.usu.ac.id/ modules), php?op=modload&name=Downloads&file=index&req=getit&lid=36.
[6] Farius N.H. Terampil Menggunakan Internet (Bandung: Ganeca Exact, 2007), p.2.
[7] Bambang Sulistyo. Internet dan Jaringan (www.id.wikipedia.org/wiki/Internet, 2005), p. 2.
[8] Masno Ginting, dkk. Teknologi Informasi dan Komunikasi (Depok: Arya Duta, 2006), p. 4.
[9] Ali Mahfud dan Gunawan. Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk SMP/MTs Kelas IX (Jakarta: Arya Duta, 2007), p. 8.
[10] Farius. op.cit., p. 94.
[11] Muahammad Suhada. Cara Mudah Menggunakan Internet Information Services 6.0 (Jakarta: Elex Media Komputindo, 2005), p. 67.
[12] Ramadhan, op. cit., p. 130.
[13] Eko Priyo Utomo. Panduan Internet untuk Pemula (Yogyakarta: MediaKom, 2007), p. 109.
[14] Nana Suarna. Panduan Lengkap Cara Menggunakan Internet (Bandung: Yrama Widya, 2007), p. 100.
[15] Ramadhan, op. cit., p. 129.
[16] Ibid, p.130
[17] Utomo, op. cit., p. 105
[18] Henky Prihatna. Kiat Praktis Menjadi Webmaster Profesional (Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2006), p. 19.
[19] Fairus, op.cit., p. 62.
[20] Ramadhan, op.cit., p. 29.
[21] Iwan Sofana. Internet Goes to School 101 Tip and Trik (Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2006), p. 15.
[22] Yufiarti. Landasan Pembelajaran (Jakarta: CHCD, 2002), p. 20.
[23] Ibid, p. 21.
[24] Dhian Ekasari. Proses Belajar Mengajar Bahasa Inggris (2005), http://www.
sabri23. tripod.com/ seminar.bing6.htm, p. 6.
[25] Purwanto. Pendidikan Seumur Hidup (Long Live Education).2004, www.brunet.bn/news/purwanto/ 10ogos/didik.htm - 85
[26] Atan Long. Teori Pembelajaran Masa Kini, 2006, p.3. www.wikipedia.com/seminar_3/along_my/
[27] Siti Nurhayati. Teknologi Pembelajaran dan Alat Pembelajaran. 2006. http://www.uny.ac.id/akademik/%20sharefile/files/stnur_s3/13032007231210_doc, p. 11.
[28] Hanny Kamarga. Belajar Seajarah melalui E-Learning. Alternatif Mengakses Sumber Informasi Kesejarahan (Jakarta: Intimedia, 2002), p. 53.
[29] Ibid, pp. 53-54
[30] Sudirman Siahaan. Penelitian Penjajagan tenteng Kemungkinan Pemanfaatan Internet untuk Pembelajaran di SLTA di Wilayah Jakarta dan Sekitarnya, volume 39, 2001, http://www.depdiknas.go.id/jurnal/39/editorial.htm

Kamis, 10 April 2008

IMPLEMENTASI TEKNOLOGI DALAM PENDIDIKAN

Peranan dunia pendidikan sangat penting sekali dalam usaha meningkatkan sumber daya manusia dalam menyongsong era teknologi imformasi, era komunikasi informasi dan era kompuetrisasi yang dewasa ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mengalami kemajuan yang sangat pesat terutama dalam perkembangan teknologi informasi (IT). Pemerintahan Indonesia merespon positif kemajuan teknologi informasi yang berkembang saat ini dengan berbagai kebijakan, yang salah satu kebijakannya yaitu dengan menetapkan pelajaran komputer yang semula hanya bersifat muatan lokal, menjadi pelajaran utama untuk tingkat SLTP dan SLTA. Kebijakan pemerintah tersebut tertuang dalam Kurikulum 2004 atau Kurikulum Berbasis Kompetensi.
SMP Negeri 1 Gunungputri yang merupakan salah satu lembaga pendidikan formal berusaha seoptimal mingkin untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dalam menyelenggarakan pendidikan, termasuk di dalam pengelolaan laboratorium komputer yang merupakan tempat berpraktik siswa dalam mengikuti pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Praktikum ini merupakan factor penting dalam melatih keterampilan (psikomotorik) siswa, dalam menerapkan dan mengintegrasikan pengetahuan yang telah dipelajari sebelumnya di dalam kelas.
Dalam praktikum banyak sekali factor yang mempengaruhi keberhasilannya, tidak saja berasal dari factor eksternal seperti sarana yang memadai, guru yang kompteten atau administrasi yang lengkap, tapi juga factor internal dari dalam siswa itu sendiri seperti bakat, kemauan, kecerdasan (IQ) dan yang lebih penting lagi motivasi. Semua hal tadi mempunyai peranan yang sangat besar dalam menentukan berhasil atau tidaknya sebuah proses belajar mengajar. Motivasi dalam hubungannya dengan belajar didasari oleh prinsip, bahwa belajar hanya terjadi dalam diri manusia yang bermotivasi, dan motivasi yan paling mendasar bagi seorang siswa adalah keinginan untuk masuk dalam situasi belajar
[1].
Menurut Depdikbud
[2], motivasi adalah dorongan yang timbul dari dalam diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Dorongan tersebut timbul akibat adanya kebutuhan yang harus dipenuhi oleh diri sesorang untuk mencapai tujuannya. Tinggi rendahnya dorongan tersebut tergantung dari kuat atau lemahnya kebutuhan yang timbul.
Motivasi berprestasi dalam praktikum merupakan salah satu motor penggerak utama yang menyebabkan timbulnya keinginan dan kemauan untuk berusaha mencapai standar tertentu yang lebih baik dalam praktikum, dengan kata lain motivasi berprestasi merupakan faktor berhasil atau tidaknya suatu praktikum. Motivasi berprestasi siswa pada hakikatnya dipengaruhi oleh dua faktor, motivasi instrinstik yaitu motivasi yang berasal dari dalam diri siswa itu sendiri dan ekstrinstik yaitu motivasi yang berasal dari luar diri siswa. Bagi siswa yang menyadari akan pentinganya penguasaan pengoperasian komputer dan program-programnya untuk aktualisasi diri dalam kehidupan dan pekerjaannya nanti akan berbeda dengan siswa yang mengikuti praktikum hanya sekedar untuk mendapatkan nilai atau ijazah saja. Bagi siswa yang menganggap praktikum komputer sudah merupakan suatu kebutuhan akan mempunyai motivasi berprestasi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan siswa yang menganggap praktikum sebagai suatu kewajiban.
Salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi motivasi berprestasi siswa di laboraorium adalah unsur laboratorium itu sendiri, seperti : kenyamanan dalam ruang praktikum, jumlah komputer yang digunakan, sarana penunjang pembelajaran yang memadai, kesiapan guru praktikum, dan para pengelola laboratorium mulai dari kepala laboratorium hingga petugas kebersihan.
Praktikum yang bermutu dapat diwujudkan jika laboratorium dikelola oleh pengelola dan pelaksana teknis laboratorium yang professional, artinya memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk menghasilkan keputusan sendiri dalam bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya serta berdedikasi tinggi bertanggung jawab dalam rangka mencapai tujuan bersama. Untuk itu setiap pengelola laboratorium harus mengetahui dan memahami tentang struktur organisasi dan job description ( deskripsi jabatan atau deskripsi pekerjaan)
Struktur organisasi adalah suatu system formal yang mengatur hubungan kerja dan tanggung jawab serta membagi dan mengkordinasikan tugas dan fungsi setiap SDM di laboratorium agar tercapai tujuan.
[1]
[2]

PARADIGMA BARU PENDIDIKAN MATEMATIKA

Paradigma baru pendidikan matematika, menghendaki dilakukan inovasi yang terintegrasi dan berkesinambungan. Salah satu wujudnya adalah inovasi yang dilakukan guru dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Kebiasaan guru dalam mengumpulkan informasi mengenai tingkat pemahaman siswa melalui pertanyaan, observasi, pemberian tugas dan tes akan sangat bermanfaat dalam menentukan tingkat penguasaan siswa dan dalam evaluasi keefektifan proses pembelajaran.
Informasi yang akurat tentang hasil belajar, minat dan kebutuhan siswa hanya dapat diperoleh melalui asesmen dan evaluasi yang efektif. Penilaian yang biasa digunakan dalam sistem pendidikan kita adalah melalui deskripsi kuantitatif, yaitu tes (tertulis). Sedangkan asesmen yang sedang berkembang saat ini adalah penilaian protofolio yang disinyalir memiliki banyak manfaat baik bagi guru maupun bagi siswa.